Kasus


KASUS

1. Seorang ibu rumah tangga sebut saja Ny. Bunga Cinta Lestari berumur 68 tahun mengeluhkan nyeri perut seperti terbakar 4-5 kali seminggu selama 5 bulan terakhir. Dia juga melaporkan beberapa kali muntah setelah makan. Gejala tersebut jauh lebih buruk di malam hari, rasa mual semakin memburuk dan mengalami batuk di malam hari, sehingga membuatnya terus terjaga. Dia mengalami kesulitan tidur selama periode waktu ini dan merasa lelah di siang hari. Dia juga melaporkan kesulitan menelan makanan atau minuman. Dia telah menggunakan Prevacid 24 HR (lansoprazol) sekali sehari selama 3 minggu terakhir, penggunaan obat ini mampu mengurangi frekuensi gejalanya untuk 3-4 hari per minggu. Namun gejala masih dirasa mengganggu.
Riwayat Penyakit : Asma x 10 tahun; DM tipe 2 x 5 tahun; Hipertensi (BP 139/82) x 10 tahun
Gaya hidup : merokok; sesekali mengkonsumsi alkohol
Riwayat pengobatan : Diltiazem CD 240 mg p.o. sekali sehari; Metformin 500 mg p.o. dua kali sehari; Aspirin 81 mg p.o. setiap hari; Fluticasone/salmeterol DPI 100/50 dua kali sehari
Endoskopi : Grade B GERD; mukosa lambung dan duodenum normal; hernia hiatus kecil
Biopsi : Esofagus dan lambung negatif H. pylori.

Pertanyaan:
Faktor-faktor apa saja yang berkontribusi pada perkembangan gejala GERD pada pasien tersebut?
Gejala apa saja yg muncul?
Kembangkanlah rencana farmakoterapi untuk mengelola gejala GERD pasien tersebut (obat, dosis, durasi, frekuensi)?

2. Pak Kristianto Ronaldo berusia 57 tahun mengalami nyeri pada bagian perut setelah beberapa hari sebelumnya mulai mengeluarkan feses berwarna hitam. Dia memiliki sejarah sakit perut yang parah yang telah diderita selama beberapa bulan. Selama ini untuk mengatasi gejala tersebut Pak Kristianto menggunakan antasida. Pak Kristianto adalah seorang perokok, menderita gagal jantung kronis (CCF) ringan yang diobati dengan enalapril 5 mg dua kali sehari selama 2 tahun terakhir. Ia juga menggunakan Na-diklofenak dua kali sehari untuk gangguan arthritis yang dideritanya. Hasil pemeriksaan endoskopi dan biopsi terakhir menunjukkan adanya tukak pada lambung dan positif H. pylori pada lambung yang diperkuat dengan breath test (CO2) dan tes urease.

. Pertanyaan:
Faktor-faktor risiko apa yang Pak Kristianto Ronaldo miliki yang dapat berkontribusi pada tukak peptik? Jelaskan!
Berikan assessment atas penggunaan obat-obat Pak Kristianto Ronaldo sejauh ini kaitannya dengan tukak peptik?
Kembangkanlah rencana farmakoterapi untuk pasien tersebut (obat, dosis, durasi, frekuensi)?
Adakah obat yang harus Pak Kristianto Ronaldo hentikan pemakaiannya?Jika tidak bisa dihentikan apa solusi yang saudara berikan?

0 Responses to “Kasus”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Categories

Kalender

September 2016
M T W T F S S
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Top Rated

BARUSAN DIKLIK

  • None

%d bloggers like this: