My Reality Show


Sejenak angkutan umum yang kutumpangi terjebak macet di sebuah pasar tradisional di daerah Cikande untuk beberapa waktu. Geram, resah, dan kesal karena waktu dan roda kehidupan seolah ikut terhenti. Namun pada akhirnya justru terasa menjadi rutinitas yang kunantikan, dan kunikmati. Rutinitas yang datang di selasa dan jumat pagi jika kebetulan ada jadwal kerja rodi.

Dari balik jendela kaca aku bisa melihat raut wajah-wajah pantang menyerah, Aku bisa merasakan bahwa hidup butuh perjuangan. Bahwa hidup adalah perjuangan. Aku bisa menyaksikan peluh keringat, suara lantang menawarkan, hilir mudik manusia dengan tujuannya, dan bau yang khas. Aku seperti menonton acara reality show di televisi. Tapi ini nyata tanpa skenario. Tontonan yang membuatku merasa bersyukur, bahwa hidup yang kujalani ternyata lebih baik.

Akhirnya aku hanya diam membisu. Aku coba meresapkan semua ke dada. Aku harus lebih banyak bersyukur pada apa yang telah Tuhan berikan kepadaku.

Tetapi ada yang janggal dengan semua pemandangan ini? Dimana tak kutemukan para ABG. Tak ada gadis manis ber-tank top ikut hilir mudik. Ah mungkin mereka sedang pergi ke super mall, dan menjadi kecoa di sana (maaf).

0 Responses to “My Reality Show”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Categories

Kalender

December 2009
M T W T F S S
    Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Top Rated

BARUSAN DIKLIK

  • None

%d bloggers like this: