Resah


Resah, bahwa sembilan hari lagi aku harus berhadapan dengan panitia penguji sidang skripsiku. Resah, dan aku dihantui ketakutan menghadapinya. Tanpa perlu di injeksi efineprin atau digoksin, cukup dengan mengingat tanggalnya saja, detak jantungku langsung meningkat tajam (efek kronotropik dan inotropik gitu). Berdegup seolah ingin meledakkan dadaku. Semuanya jadi lebih parah jika dibanding ketika menghadapi jadwal presentasi seminar hasil penelitian dulu. Ya, kurasa aku perlu membaginya dengan seseorang. Supaya dada ini tidak hancur. Kuyakin segala beban ini akan menjadi lebih berkurang. Tapi pada siapa? Pada bulan itu? Ah kurasa dia mungkin telah lelap dibuai mimpi diselimuti bintang-bintang.

Tapi, aku lebih resah setelah membaca Nyanyian Sunyi Seorang Bisu-nya Pramoedya Ananta Toer. Membaca sebuah surat untuk anaknya, dia berkata “Jangan mencari gelar sarjana, tapi carilah kesarjanaannya, karena kualitas kerjanya. Gelar sarjana tidak menjamin kualitas, tapi kesarjanaan lah yang menjamin kualitas”. Aku merasa surat itu lebih ditunjukkan padaku.

Ya, pesan surat itu membuatku semakin resah. Apa yang sebenarnya kucari dari proses pendidikan yang kulalui selama lima tahun ini. Apakah hanya karena gelar saja, apakah hanya untuk menambah tiga rangkai hurup di akhir namaku. Apakah hanya untuk keren-kerenan. Sedangkan kualitas kesarjanaan masih harus dipertanyakan dan patut diragukan, apakah ada pada diriku? Kualitas kesarjanaan itu.

Jika demikian adanya, rasanya aku belum pantas menyematkan gelar sarjana. Terlalu sedikit yang telah kupahami, terlalu banyak yang belum kumengerti. Bahkan kurasa menembus lapisan epitel bidang ilmu ini pun belum. Aku seperti masih sekedar mengamati dan meraba permukaannya. Masih jauh dari inti. Masih sekedar berdiri di pinggir rimba raya ilmu ini, baru mengamati dari luar, baru melihat semak-semak di tepiannya.

Jadi sudah pantaskah bergelar sarjana sains atau S.Si.?

Ah..Mungkinkah benar seloroh si Juan sahabatku, S.Si itu singkatan dari Sucker Stupid Idiot? Untunglah gelar dia S.Farm, jadi plesetan itu tidak berbalik ke dirinya.

Ahh jadi speechless! kata si …..

20050711 sebuah napak tilas aja

0 Responses to “Resah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Categories

Kalender

December 2009
M T W T F S S
    Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Top Rated

BARUSAN DIKLIK

  • None

%d bloggers like this: