Tugas Matakuliah Farmakologi dan Toksikologi II T.A. 2016/2017

Tugas Matakuliah

FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI II

Kelas A

 

Dikumpulkan : Senin, 13 Maret 2017 pada pertemuan kuliah

Aturan: tulis tangan pada  kertas double folio.

  1. Jelaskan secara singkat efek senyawa eikosanoid dalam proses fisiologi normal tubuh pada: a) Ginjal, b) Kardiovaskuler dan c) Platelet?
  2. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri terjadi inflamasi (cardinal signs of inflammation)?
  3. Jelaskan pembagian golongan obat-obat antiinflamasi berdasarkan mekanisme kerja obat? Sebutkan contoh obat masing-masing golongan?
  4. Sebutkan efek samping obat NSAIDs (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs) dan obat SAIDs (Steroidal Anti-Inflammatory Drugs)?
  5. Jelaskan bagaimana kemunculan efek samping pada saluran pencernaan (tukak peptik) akibat penggunaan obat-obat NSAID?
  6. Jelaskan keuntungan COX-2 selective inhibitor dibandingkan COX Non-selective inhibitor?
  7. Jelaskan mekanisme terjad nyeri akibat luka pada jaringan?
  8. Sebutkan golongan obat analgetika dan jelaskan bagaimana mekanisme aksi golongan tersebut? Sertakan contoh senyawa obat masing-masing golongan?
  9. Jelaskan mekanisme terjadi demam?
  10. Jelaskan bagaimana mekanisme aksi parasetamol sebagai antipiretika mampu menurunkan suhu demam?

Materi Perkuliahan Farmakologi dan Toksikologi II Semester Genap TA 2016/2017

  • Nama Matakuliah  : Farmakologi dan Toksikologi II (PSF 2 237) / 2 sks
  • Semester                  : IV/ T.A. 2016-2017
  • Pengajar                  :
  1. Dadang Irfan Husori, S.Si., M.Sc., Apt. (DIH)
  2. Marianne, S.Si., M.Si., Apt. (MAR)
  3. Dr. Eddy Suwarso, SU., Apt. (EDS)
  4. Dr. Yuandani, M.Sc., Apt. (YUAN)
  5. Drs. Rasmadin Muchtar, M.S., Apt. (RM)
  6. Emil Salim. S.Farm., M.Sc., Apt. (EMIL)
  7. Drs. Saiful Bahri, M.S., Apt. (SB)
  • Kelas                        :

A: DIH, EDY

B: MAR, SB

C: RM, EMIL

D: YUAN, SB

Internasional: EMIL, YUAN, MAR

 

Matrik Materi Perkuliahan

matrik1

Unduh file materi perkuliahan:

  1. Pertemuan 1: pert-1-senyawa-eikosanoid-dan-antiinflamasi
  2. Pertemuan 2: pert-2-analgetika-dan-antipiretika
  3. Pertemuan 3: pert-3-antiepilepsi
  4. Pertemuan 4: pert-4-antidiabetes
  5. Pertemuan 5: pert-5-antihiperlipidemia-i dan pert-5-antihiperlipidemia-ii
  6. Pertemuan 6: pert-6-antiasma-respiratory-system
  7. Pertemuan 7: pert-7-antihistamin
  8. Pertemuan 9: pert-9-diuretika
  9. Pertemuan 10: pert-10-antihypertension-1
  10. Pertemuan 11: pert-11-antihypertension-2
  11. Pertemuan 12: pert-12-antiaritmia
  12. Pertemuan 13: pert-13-anesthesia
  13. Pertemuan 14:pert-14-antineoplastic-antimitotic-agents
  14. Pertemuan 15:  pert-15-antidiare

Kasus

KASUS

1. Seorang ibu rumah tangga sebut saja Ny. Bunga Cinta Lestari berumur 68 tahun mengeluhkan nyeri perut seperti terbakar 4-5 kali seminggu selama 5 bulan terakhir. Dia juga melaporkan beberapa kali muntah setelah makan. Gejala tersebut jauh lebih buruk di malam hari, rasa mual semakin memburuk dan mengalami batuk di malam hari, sehingga membuatnya terus terjaga. Dia mengalami kesulitan tidur selama periode waktu ini dan merasa lelah di siang hari. Dia juga melaporkan kesulitan menelan makanan atau minuman. Dia telah menggunakan Prevacid 24 HR (lansoprazol) sekali sehari selama 3 minggu terakhir, penggunaan obat ini mampu mengurangi frekuensi gejalanya untuk 3-4 hari per minggu. Namun gejala masih dirasa mengganggu.
Riwayat Penyakit : Asma x 10 tahun; DM tipe 2 x 5 tahun; Hipertensi (BP 139/82) x 10 tahun
Gaya hidup : merokok; sesekali mengkonsumsi alkohol
Riwayat pengobatan : Diltiazem CD 240 mg p.o. sekali sehari; Metformin 500 mg p.o. dua kali sehari; Aspirin 81 mg p.o. setiap hari; Fluticasone/salmeterol DPI 100/50 dua kali sehari
Endoskopi : Grade B GERD; mukosa lambung dan duodenum normal; hernia hiatus kecil
Biopsi : Esofagus dan lambung negatif H. pylori.

Pertanyaan:
Faktor-faktor apa saja yang berkontribusi pada perkembangan gejala GERD pada pasien tersebut?
Gejala apa saja yg muncul?
Kembangkanlah rencana farmakoterapi untuk mengelola gejala GERD pasien tersebut (obat, dosis, durasi, frekuensi)?

2. Pak Kristianto Ronaldo berusia 57 tahun mengalami nyeri pada bagian perut setelah beberapa hari sebelumnya mulai mengeluarkan feses berwarna hitam. Dia memiliki sejarah sakit perut yang parah yang telah diderita selama beberapa bulan. Selama ini untuk mengatasi gejala tersebut Pak Kristianto menggunakan antasida. Pak Kristianto adalah seorang perokok, menderita gagal jantung kronis (CCF) ringan yang diobati dengan enalapril 5 mg dua kali sehari selama 2 tahun terakhir. Ia juga menggunakan Na-diklofenak dua kali sehari untuk gangguan arthritis yang dideritanya. Hasil pemeriksaan endoskopi dan biopsi terakhir menunjukkan adanya tukak pada lambung dan positif H. pylori pada lambung yang diperkuat dengan breath test (CO2) dan tes urease.

. Pertanyaan:
Faktor-faktor risiko apa yang Pak Kristianto Ronaldo miliki yang dapat berkontribusi pada tukak peptik? Jelaskan!
Berikan assessment atas penggunaan obat-obat Pak Kristianto Ronaldo sejauh ini kaitannya dengan tukak peptik?
Kembangkanlah rencana farmakoterapi untuk pasien tersebut (obat, dosis, durasi, frekuensi)?
Adakah obat yang harus Pak Kristianto Ronaldo hentikan pemakaiannya?Jika tidak bisa dihentikan apa solusi yang saudara berikan?

Presisi dan Akurasi

Presisi dan Akurasi

Gambar diadaptasi dari materi kuliah Metodologi Penelitian & Statistik, Prof. Dr. Sugiyanto, SU., Apt.

Karsinogenisitas Benzo[a]piren

Karsinogenisitas Benzo[a]piren

Benzo[a]piren, C20H12, adalah hidrokarbon aromatik polisiklik lima cincin yang memiliki sifat mutagenik dan sangat karsinogenik. Benzo[a]piren merupakan produk proses pembakaran yang tidak sempurna pada suhu 300-600°C [1].

benzo[a]piren

Benzo[a]piren [1]

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara senyawa ini dengan munculnya kanker. Penelitian Saunders et al, (2006), dan penelitian Slotkin & Seidler, (2009) menunjukkan bahwa benzo[a]piren menjadi penyebab terjadinya toksisitas saraf akut melalui proses stres oksidatif dan terjadinya diferensiasi pembelahan sel saraf [6,9]. Desissenko et al, (1996) menunjukkan bahwa secara molekuler komponen asap tembakau yaitu benzo[a]piren menjadi penyebab munculnya kanker paru-paru melalui kerusakan genetik (DNA) sel paru-paru [2].

Benzo[a]piren merupakan prokarsinogen, yang berarti bahwa mekanisme karsinogenesis dari benzo[a]piren tergantung dari metabolisme enzimatik benzo[a]piren menjadi senyawa mutagen, yaitu benzo[a]piren diol eposida. Senyawal ini akan berinteraksi dengan DNA dengan berikatan secara kovalen pada nukleofilik basa nukleat Guanin di posisi atom N2 posisi. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya distorsi ikatan DNA yang akan mempengaruhi mutasi dengan pada struktur dobel helik DNA [3,8,11,12].

Enzim CYP450 1A1, dan CYP 450 1B1 merupakan dua enzim  yang bersifat protektif terhadap toksisitas dari benzo[a]piren. Enzim CYP 450 1A1 bertindak mencegah terjadinya kanker payudara dari dosis rendah benzo[a]piren, dan terjadi akumulasi benzo(a)piren dalam konsentrasi besar pada tikus yang diknockout. Toksisitas benzo[a]piren diperoleh akibat dari bioaktivasi benzo[a]piren menjadi benzo[a]piren-7,8-dihidrodiol-9,10-epoksida [8,12].

Benzo diol

benzo[a]piren-7,8-dihidrodiol-9,10-epoksida [1]

Continue reading ‘Karsinogenisitas Benzo[a]piren’


Categories

Kalender

March 2017
M T W T F S S
« Feb    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Top Rated